Rabu, 16 November 2011

Tentang Bekerja dan Bayaran Tertinggi ..



Menarik sekali tulisan dari Dadang Kadarusman tentang Pekerjaan Dengan Bayaran Tertinggi
Tentang soal dunia bekerja dan bayaran aka kompensasi saya juga punya catatan yang semoga bermanfaat untuk dibagi:

1. Memantaskan diri:
#Tentang Diri.
Sebuah kata yang sering kita dengar dari beberapa motivator tentang soal memantaskan diri.
Atau istilah yang lain adalah miroring, berkaca diri. Dimanakah dan siapa kita, dan mau seperti apa kita? Dan bagaimana lingkungan sekitar meresponse terhadap segala perilaku kita saat ini?
Disaat kita memantaskan diri untuk sebuah posisi atau pekerjaan tertentu.
Atau mungkin seperti dalam soal mencari jodoh, semuanya itu adalah soal memantaskan diri.
Karena segala sesuata yang terjadi adalah sebuah "response" sekitar kita (alam) terhadap sikap dan atitude kita, dalam lingkaran kekuasaanNYA.
Disaat kita mencari jodoh misalnya, yang sesuai dengan keinginan kita, yang berperilaku baik dst.. Tentunya kita harus memantaskan diri untuk menjadi orang yang berperilaku baik, seperti ada pepatah: "orang baik jodohnya adalah orang yang baik dan begitupula sebaliknya".
Disaat kita selalu bersemangat untuk melakukan pekerjaan dan bekerja sesuai dengan kinerja yang diinginkan oleh perusahaan atasan misalnya, secara logis (harapannya) adalah pasti akan mendapatkan response yang bagus dengan penilaian positif dari atasan dan juga perusahaan. Dan itu artinya peningkatan pendapatan. "The more you do the more will you get".
#Ketika merasa sudah pantas.
Namun pertanyaan apakah ketika kita sudah melakukan yang terbaik, namun perusahaan juga belum melihat harapan kita? Mungkin yang kurang dalam tulisan itu adalah perlu ada komunikasi dengan atasan kita untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Karena bila tidak, bagaimana bisa dia tahu, mungkin dia merasa "everything is fine, bussines as usual, everybody happy"?
Saya kira ini adalah sebuah usaha atau action yang harus dilakukan. Dari pada sekedar sebuah harapan atau mimpi tanpa tindakan.
Bekerjalah dengan passion dan semangat, karena anda menghargai diri anda, perusahaan anda akan menghargai anda, namun bila tidak, perusahaan lain yang akan menghargai anda ..:)

2. Memberdayakan diri:
#Harga diri, percaya diri..
Untuk meningkatkan "harga diri" diperlukan polesan-polesan dan upgrade, baik knowledge, skills, kemampuan berkomunikasi dan juga yang paling penting adalah Atitude.
Memberdayakan diri sendiri adalah meningkatkan kemampuan dengan memberikan nilai tambah dan value bahwa memang kita pantas dibayar mahal.
Untuk mendapatkan harga yang mahal, anda memerlukan "modal" yang cukup, seperti knowledge dan skills yang bisa dijual dan ini merupakan prasayarat untuk mencapai tujuan kita ketempat yang kita inginkan.
#Etos kerja dan etos diri.
Sebenarnya banyak soal etos kerja yang digambarkan oleh para motivator, dari etos kerja sakuranya cak Imam Robandi, Etos kerja Indonesia Jansen Sinamo sampai dengan etos kerja muslim Ibrahim Elfiki. Semuanya merujuk pada kata kerja: sikap dan atitude yang baik dan positif.
Kita bisa memilih semua etos yang pantas dan sesuai dengan jati diri kita, tanpa harus berpatokan pada satu prinsip saja.
#Benchmark.
Benchmark dengan dunia luar, atau merasakan berapa nilai jual kita adalah salah satu cara mengatasi "burn-out" dalam bekerja. Mencoba dengan memasarkannya keluar, dan "mencari tahu" seberapa nilai jual kita dipasar.
Dalam beberapa penilitian psikologi menunjukkan bahwa hal ini akan memberikan penyegaran terhadap perasaaan "burn-out", kelelahan psikis.
Disanalah kita akan lebih banyak belajar tentang diri, karena dalam beberapa kali pengalaman dengan dr.wawan (wawancara) ini, yang paling sering ditanyakan: "apakah kelebihan anda dan apa kekurangan anda?", disaat itulah seseorang interviewer akan merasakan "aura" anda apakah cocok dengan "aura" perusahaan yang dilamar.
Yang kemudian juga akan membuat kita lebih bisa belajar menilai diri, kondisi yang ada sekarang dan harapan dam kemudian menjadi semangat dalam memperbaiki diri dan fokus pada kekuatan, serta akhirnya akan meningkatkan "harga diri" kita.
Dan kemudian tentunya dengan melakukan inilah kita bisa jadi memutuskan untuk memilih "hijrah" untuk menemukan kesempatan dan tantangan-tantangan baru.

3. Hijrah:
#Pilih bahagia..
"The longer you stay in one place, the greater your chance of disillusionment. (Art Spander)"
Semakin lama anda berada disuatu tempat, maka akan semakin besar anda akan menemukan kekecewaan begitu kira-kira artinya.
Artinya anda harus selalu bergerak untuk menemukan kebahagian anda dalam banyak hal, termasuk dalam bekerja.
Hijrah juga maksudnya bisa jadi mencoba posisi yang baru dalam perusahaan yang disesuikan dengan bakat, minat dan juga kesempatan yang ada.
Intinya kita sendirilah yang menentukan karir kita, untuk meraih kebahagiaan yang ingin kita raih.
Bukan orang lain, apalagi berharap pada perusahaan.
Kebahagiaan itu bisa merujuk pada kebahagiaan diri, ketika kita merasakan puas dan bangga akan hasil kerja kita (dan keluarga kita), atau kebahagiaan untuk orang lain, seperti kebahagiaan rekan kerja (costumer kita) dan juga mungkin kebahagiaan orang disekitar kita dan /atau lingkungan.
Pilihan kebahagiaan dan menemukan kebahagiaan saat ini juga, adalah cara yang paling mudah dalam berbagai pilihan pencarian tujuan kehidupan..
#Loyal terhadap profesionalisme.
Jaman memang sudah berubah, bahkan orang jepang yang katanya loyalis, sudah berubah dengan angka perpindahan karyawan yang tinggi dari perusahaan satu ke yang lain. Karena dunia industrialisasi yang fokus pada working capital, sudah berubah menuju ke digitalisasi dengan fokus pada human capital.
Seseorang sebagai individu lebih dihargai kemampuannya (profesional) dari pada sekedar seorang loyalis.
Kata-kata Loyal seharusnya melekat pada pribadi dengan sebuah kata integritas, atau loyal terhadap profesionalisme.
Apabila dari hasil benchmark kemudian menjadi sebuah "good problem", yang artinya pilihan ini adalah pilihan yang "lebih baik" karena mengandung harapan.
Daripada sebuah "bad problem" yang lebih merupakan adanya ancaman.
Karena memang yang membuat manusia bergerak karena dua hal: Ancaman (ketakutan) dan Harapan (yang berarti juga passion/hasrat).

Demikian sekedar catatan pribadi yang menjadi publik..dan semoga bermanfaat.

0 komentar: